Monday, August 15, 2005

Kalau aku menjadi RISatu


Tentunya untuk menjadi RISatu harus berkampanye dahulu.
Kemudian program kerja yang jelas dan dimengerti rakyat banyak. Apa itu masuk akal atau tidak, itu sih nomor dua. Cukup persediaan kaos oblong dengan namaku dicetak besar-besar. Paling tidak kaos oblong ini cukup untuk beberapa juta orang. Yang menerima kaos oblong harus menanda tangani perjanjian. Kalau sudah memakai kaos oblong ini selama tiga hari, harus dicuci bersih. Kemudian dikembalikan ke panitya, bila membawa orang baru teman atau keluarga akan diberi uang tunai sebagai komisi. Si pemakai baru juga akan mendapat komisi kalau mengembalikan kaos oblong setelah 3 hari dicuci bersih dan membawa kawan lainnya.

Jadi caranya meniru Multi Level Marketting, yang seperti Multi Level Marketing yang mengatasnamakan Agama Islam serta para pengurusnya Ex Menteri jaman Orde Baru, Jaman Reformasi yang mati tidak hidup enggan. Penjual assetts negara, antek-antek konglomelarat, agen-agen gombalisasi, tentunya agen-agen perusahaam multi nasional raksasa Barat, Timur, Utara. Selatan tak ada, ada juga gunung es dan pinguin. Barangkali kalau pinguin dipanggang rasanya seperti Roast Duck di East Restaurant di Flushing, NYC.

Setiap Jenderal yang pensiun, diberikan fasilitas untuk membangun atau membuka sekolah. Belajar membedil, berburu, atau nodong.
Setiap Jenderal atau kelompok Jenderal yang buka sekolah diberi izin untuk para siswanya memakai Baret satu warna. Jadi kalau melihat anak muda pakai Baret Merah itu adalah siswa dari sekolah militer Prabowo. Kalau pake baret hijau, itu siswa sekolahnya Mang Ihin. Yang pake baret ungu itu siswanya Pak Ali.
Karena banyaknya Jenderal-Jenderal pokoknya warna apa saja atau kombinasi warna apa saja diperkenankan. Yang pasti satu warna atau satu kombinasi warna hanya untuk satu sekolah. Biarlah para Jenderal sibuk memberikan pengalaman dan pengetahuannya selama mereka menjabat posisi di TNI

Jenderal Angkatan 45, tidak diberikan izin membuka sekolah. Ini khusus untuk Jenderal keluaran Magelang atau Surabaya dan Sukabumi.
Jenderal Angkatan 45 tidak diperkenanakan membuka sekolah dan mengajar, karena dianggap tidak "fair" bagi para siswanya. Senjata bambu runcing tidak terpakai lagi. Yang ada sekarang ini, bambu runcing adalah tusukan sate. Tidak "fair" sudah sekolah tingi-tingi jadi tukang sate !. Juga karena pengalaman mereka, tidak praktis harus pindah-pindah alias mengungsi. Juga perang gerilya sudah tidak dipakai, karena hutan-hutannya sudah gundul dan tanah-ranah kosong sudah menjadi perumahan swasta atau Real Estate yang Luxury. Dan apabila lulusan sekolah ahli gerilya ini dilepas dikota-kota besar,
namanya bukan gerilyawan lagi. Ganti nama menjadi, penjambret, perampok, tukang copet dan preman.

Pabrik-pabrik mobil ditutup. Biarlah pabrik mobilnya berada di Korea Jepang dan Taiwan. Pabrik baja Cilegon ditutup, kita pakai pabriknya yang ada di Korea Selatan, Jerman dan Jepang. Sebagai gantinya, pabrik -pabrik itu disulap menjadi pabrik Mi Instant, Ketupat Instant, Ikan Asin dan pabrik krupuk Aci. Juga frozen Nasi Campur, Nasi Rames atau nasi yang ditawuri bawang goreng doang. Dengan cara begini bahaya limbah dari pabrik tidak merusak lingkungan. Juga tidak perlu pusing-pusing dengan pembuangan sampah. Mie yang kelebihan dikeringkan oleh panas matahri. Dipotong kecil-kecil untuk makanan burung. Limbah air pencuci beras untuk menyirami tanaman bunga hias, ketupat , nasi remas disulap jadi kompos bagi pohon-pohonan. Tulang ikan asin cukup di sebar saja dihalaman parkir mobil. Besoknya habis dimakan kucing, luwak serta tikus. Tidak perlu sewa Satpam. Cukup dengan Ular Sawah. Tikus habis makan tulang ikan asin menjadi santapan sedap untuk sang ular. Recycle ala Melayu. Kaleng atau plastik dikumpulkan oleh Pemulung, agar dinding gubuknya yang terbuat dari karton diganti oleh dinding kaleng. Plastik untuk atap rumah dan penutup lantai tanah.

Pabrik tekstil, produksi sarung plekat di naikkan. Pegawai Negeri masuk kantor pake sarung, kemeja putih lengan pendek dan sandal jepit. kopiah optional. Wanita Muslim diwajibkan memaki Jilbab, tetapi hanya buatan pabrik tenun dalam negeri saja. Dianjurkan dibuat dari kain putih saja. Jadi kalau ada anggota keluarga yang meninggal dapat sekali gus dipakai sebagai kain kafan.
Memakai kain brokat dari Jepang dan Taiwan atau Amrik diharamkan. Untuk ini akan menyusul Fatwa dari MUI. Juga akan dikeluarkan Fatwa dari MUI, wanita yang berjilbab kalau berjalan tidak boleh dengan berlenggang lenggok sampai nampak pantat bergoyang. Tidak boleh keluar rumah tanpa memakai kutang. Karena kalau tidak memakai kutang, apalagi yang ukuran watermelon, kalau berjalan seperti cingcau. naik turun. Membuat para lelaki sarungnya jadi mancung ! Terpaksa mereka harus berjalan bongkok. Ini merusak "image" bangsa. Karena berjalan bongkok disangka kurang makan makanan bergizi, jadi tulang belakang melengkung alias bongkok.
Akan menjadi persoalan besar di PBB, WHO akan protes, perlu bantuan vitamin bagi rakyat Indonesia.


Setiap Pulau Besar akan ada "Jalan Negara", jalanan ini akan lebih besar dan lebih banyak jalurnya daripada "Jalan Propinsi". Bukan saja menghubungkan satu kota dengan yang lainnya, tetapi menghubungkan kota diujung pulau dengan kota diujung lainnya.
Jalan Negara "Andalas"..dari Olele sampai di Pelabuhan Panjang di Lampung.
Jalan Negara "Kalimantan", dari Pontianak ke Banjarmasin
Jalan Negara "Sulawesi", dari Bitung ke Makassar dan Kendari
Jalan Negara "Burung Cenderawasih". mengelilingi Papua dari Jayaputa -Manokwari-Sorong- Konoake sejajar dengan pantai. Dari Konoake ke Merauke melalui pegunungan, kemudian tanah datar ke Merauk. Karena banyak raw, jalannya jadi bulak-belok seperti ratusanhuruf "S". Cocok untuk motor cross country, salah satu atraksi untuk turis.
Jalan Negara " Kapten Pattimura" menghubungi Ambon dengan pulau-pulau di Maluku Utara ( Morotai) dan Ambon ke pulau-pulau di Maluku Selatan (Banda, Tual, Elat ,Dobo). Nanti akan dijelaskan bagaimana membangun Jalan Negara di Maluku.

Pembiayaan pembangunan Jalan Negara ini, yaitu ditenderkan. Pertama Tender untuk pembangunan jalan. Kedua tender pembangunan tempat perhentian " truk dan mobil " sepanjang jalan negara itu. Disetiap Pulau itu hanya diperkenankan satu merk mobil dan satu merk truk. Apakah itu kendaraan pribadi, kendaraan komersil atau kendaraan Pemerintah dan kendaraan/truk ABRI.

Umpamanya: Serahkan Pulau Sumatra kepada Mitsubishi. Semua kendaraan di Pulau Sumatra hanya merk Mitsubishi. Tetapi Mitsubishi membangun Jalan Negara dari Olele sampai ke Pelabuhan Panjang. Tempat pemberhentian Bus,Truk dan mobil penumpang diberikan kepada Mc Donald dan cola buatan Saudi Arabia..

Di Pulau lain, GMC dan KFC dan Pepsi Cola.Ford, Daimler Chrysler, Honda, Toyota semua mendapat jatah satu Pulau satu Pulau. Yang mana dipulau itu hanya satu merk diperkenankan. Kalau disatu pulau ada dua merk mobil membangun Jalan Negara itu, tentunya kedua merk mobil ini boleh dijual di pulau itu. Atau suatu konsortium dari pabrik mobil dan truk.

Umpamanya pembangunan Jalan Negara di Papua akan jauh lebih mahal daripada di pulau-pulau lainnya. Karena Jalan Negara yang ini, selain panjang karena mengelilingi Papua, juga merupakan suatu "scenic route". Merupakan jalanan terpanjang didunia yang sebelahnya pemandangan laut dengan pantainya dan sebelahnya lagi pemandangan pengunungan. Suatu objek pariwisata satu-satunya di dunia. Ditentukan dalam jarak sekian, selain sebagai tempat berhentinya kendaraan-kendaraan, juga sebagai suatu Resort. Ke satu belah, mandi dipantai. Kesebelah lain "trail path" memasuki hutan tropis.

Sebagai Resort rekreasi di laut dan juga sebagai objek turisme.."naik gunung". Tentunya selain jarak dari satu Resort ke Resort lainnya, juga dipilih jalanan naik gunung yang unik dari satu Resort ke Resort yang lain. Ini merupakan atraksi tersendiri. Sehingga para turis, kalaupun berhenti di setiap Resort sepanjang Jalan Negara Cenderawasih itu tidak membosankan.
Serahkan pembangunan Resort ini ke Perusahaan Travel Agent yang besar-besar di Negara Barat, atau Perusahaan Perhotelan khusus yang menangani Resort Area (Club Med, Sandals). Disarankan kepada pabrik mobil yang akan mengelola Jalanan Negara ini, untuk membuat minibus dua tingkat dengan atap dan jendela yang besar dari clear plastic. Hanya perusahaan daerah yang boleh mengoperasikan Bus Mini ini. Agar lebih realitis, supirnya harus orang Papua dengan baju tradisionil minus koteka.

Pulau kecil, dimana jalannya di bangun oleh Negara, penduduk setempat hanya diperbolehkan memakai kendaraan pribadinya berupa speda motor dengan jumlah cc yang tidak besar , umpamanya max.125 cc. Tidak perlu ada kendaraan mobil atau truk. Ongkos registrasi ditiadakan, Surat Mengemudi digampangkan dengan test tertulis mengenai hukum-hukum atau peraturan lalu lintas. Umur 16 tahun keatas diperkenankan mengemudi speda motor ini.

Juga bagi pengangkutan umum, beca bermotor atau gerobak bermotor, dengan speda motor ini sebagai tenaga penggeraknya. Setiap Pulau hanya satu merk speda motor. Ini agar dapat menekan harga, Bank Rakyat menjadi perantara dalam pembiayaan pembelian speda motor dengan mencicil.
Juga karena satu merk speda motor, akan murah membeli suku cadang dan para montir akan lebih cepat ahli dalam usaha perbaikan motor.
Bengkel speda motor, permodalannya dibantu oleh Bank Rakyat. Harus dimiliki dan dioperasikan oleh penduduk setempat. Diberikan waktu tertentu bebas pajak perusahaan. Namun bengkel-bengkel ini harus menagih "sales tax", untuk menghidupi pulau-pulau itu dalam ongkos Administrasi Kenegaraan. Juga pajak-pajak lainnya. Tidak satu Rupiah-pun dari hasil pemungutan pajak disetor ke Pusat.
Tentunya bantuan Pusat akan diperlukan pada waktu permulaan sampai Pulau itu dapat berdiri sendiri. Sekolah dibangun oleh Propinsi dan/atau Pusat. Demikian pula gedung untuk keperluan Masyarakat.

sn

1 comment:

Rurun Karma said...

MAngSi, mudah2an dibaca sama RI-Satu (Dua ?...Bappenas ? Hallo Pak Paskah Suzetta ) Dan RI menjadi macan kembali di ASIA