Mendapat berita bahwa feasibilty study Jembatan Selat Sunda akan memakan USD 100 Juta.Apakah dunia perkapalan Indonesia akan berpangkutangan ?Kalau JSS ini terealisir jelas akan mematikan pengangkutan laut (Kapal Ferry) Banten/Lampung, ribuan akan kehilangan pekerjaan dengan matinya kesibukan dikedua pelabuhan.Bagaimana Bapak-Bapak mencari sponsori dari semua pihakyang berkepentingan dalam dunia pelayaran Indonesia untuk mwngeluarkan isi koceknya untuk mengadakan study.
Dengan uang 100 juta USD, berapa Kapal Ferry baru yangdapat dibangun di galangan kapal PAL umpamanya.Apalagi kalau ongkos Rp91 trilyun walaupun dalam jangka waktu 10 tahun berapa banyak kapal Ferry yang baru dapat dibangun, juga dermaganya dikedua pelabuhan itu. Dermaga yang dirancang menggampangkan keluar/masuk kapal, juga keluar masuk penumpang dan kendaraan truck, bus dan mobil.
Mulai design kapal dengan daya muat penumpang dan kendaraan yang besar, sampai ke Mesin Induk yang murah dan efficient.
1. Kapal Ferry dengan haluan yang dapat dibuka sewaktumenurunkan/mengisi kapal dengan kendaraan. langsung kedermaga.
2. Mesin Induk yang efficient ( Steam Turbine,Generator Listrik dan motor listrik menggerakkanbaling-baling kapal. (Baling-baling ganda). Atau underwater electric motor coupled kepada baling-baling yang dapat bergerak horisontal. (memudahkan manuverinbgdalam pelabuhan).
3. Bahan bakar yang murah, yang dapat disediakan dipelabuhan dalam jumlah yang banyak dan ramah kepadalingkungan. ( Batu bara yang diolah menjadi PELLETS).
Mengingat jarak yang tidak jauh dari Bukit Asam serta diangkut melalui kereta api, mengurangi ongkos pengangkutan. Keuntungan yang lain, disamping membuat pellets, pabrik ini dapat juga membuat brickets utk pasaran umum (dapur rumah tangga, atau industri kecil seoperti membuat parang,cangkul sekop, pisau)
4.Jalur Banten/lampung dengan kapal yang modern dan cepat dapat merupakan "training ground" para perwira deck maupun mesin/listrik dari STIP, sebelum dilepas melayari jalur pelayaran lainnya di tanah air (pengalaman praktek).
5. Memperbanyak serta mempermodern kapal-kapal Ferry ini jelas akan menyerap tenaga. Lebih banyak kapal lebih banyak lambung yang di cet maupun di-coating.
6. Juga membuka peluang bagi PAL utk membangun Galangan Kapal di Lampung untuk menservis kapal Ferry maupun kapal lainnya. Atau mungkin saja tempatmembangun kapal-kapal coaster swasta. sehingga PALSurabaya dapat lebih memusatkan akan pembuatan kapalTNI-AL. ( Cilegon ??)
7.Kalau perlu Galanganan membuat kapal Ferry inipatungan dengan Galangan Kapal Luar Negeri. SepertiBelanda,Korea, Jepang, Taiwan,Jerman8. Untuk menarik mereka masuk dan menanam modal ditanah air, berikan mereka sebagai umpan. Galangan kapal Korea masuk, mendapat jatah semua trucks dan Bus di Sumatra merk Hyundai.
Dari Jepang, Kalimantan dan Sulawesi truck dan Bus khusus buatan Toyota,Nissan,Hino dsbnya. Papua, truk dan busnya buatanBenz.Untuk Belanda, Maluku merupakan bagiannya dengan ratusan coasters dan pembangunan dermaga disetiap pulau.
8. Points 1 s/d 7 ditanggung bebas Gempa dan Tsunami!. Sehingga investasi kalau mencapai
RP 91 trilyun tidak akan mubazir.
9. feasibility study Kapal Ferry ini disampaikan ke Bappenas. Masa iya, Gubernur Banten dan Lampung lebih pintar dari Bapak-Bapak di Bappenas.============ ==
Membayangkan Rp trilyunan, lupa mengenai ancaman Gempa dan Tsunami yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
singgih nata
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment