Sunday, October 28, 2007

Mass Transit System di Jakarta.
Monorail rupanya menjadi pilihan utk menjadi Mass Transit System di Jakarta. Malah sudah terlihat pelar-pilar besi beton yang belum rampung. Bayangkan sepanjang 14.6 kilometer akan berjejer pilar-pilar besibeton puluhan atau ratusan. Tentu tidak akan membuat enak dilihat mata, apalagi kalau pilar-pilar penuh dengan graffiti. Kalau semua pilar-pilar ini dicat hijau, itu lain lagi. Mungkin ini yang dimasud Pemda Ibu Kota dengan "penghijaun kota". Apalagi setiap pilar itu dikelilingi dengan pot kembang tergantung. Jadi kemungkinan besar untuk meng-camouflage pilar-pilar ini, merupakan ongkos dluar ongkos monorail yang sejumlah USD 650 Juta itu. Karena "monorail" yang dijalankan berdasarkan System Malev ( magnit) akan mahal.

Kota Seatlle, yang mempromosikan "Monorail" ternyata pada Nov.2005 penduduknya memberikan suaranya yang mengagalkan rencana ini. Diperkirakan akan memakan ongkos USD 100 juta per satu mile. Kemudian diperhitungkan kembali menurun menjadi USD 87 Juta per mile.

Di Las Vegas, yang panjangnya 6.3 kilometer dan dibangun 7 stasion memakan ongkos USD 650 Juta. Setelah pembukaan, kemudian tidak jalan selama 6 bulan karena ada kesulitan-kesulitan pengoperasiannya.( ada alat-alatnya berjatuhan.....percaya tidak, padahal ini di Negara Kecap nomor satu).. Dan juga Monorail di Las Vegas ini, bukannya Mass Transit System tulen. Ini hanya sebagai usaha marketing saja. Mengangkut turis-turis dari satu Casino ke Casino lainnya.

Diberitakan ongkos pembangunan Monorail di Jakarta akan memakan ongkos USD 43 Juta per kilometer. Kalau di permilenya hampir mendekati ongkos di Seattle.
Dengan ongkos sebesar itu, pembangunan Monorail hanya hanya dipakai untuk keperluan Monorail saja. Tidak ada kegunaannya lainnya. Kecuali kalau umpamanya, dibawah bangunan monorail ini dibangunkan Rumah Murah Sekali, bergelantungan sepanjang 14.6 kilometer. Apa ini dapat dikatakan sebagai usaha menanggulangi banjir di Ibu Kota ?
Kalau dikatakan monorail ini sangat besar ongkos membangunnya, setelah jadi, pilar-pilar itu merusak pemandangan, malah kemungkinan akan menjadi sasaran anak-anak tanggung digambari graffiti. Kemudian kalau diputuskan tidak akan dibangun, tapi Ibu Kota memerlukan sekali System Mass Transit.

Ada Bus Way, yah dapat saja Bus Way dibuat sedemikian rupa sehingga dapat mengangkut penumpang lebih banyak. Jumlah Bus-busnya ditambah. Sehingga kedatangan/keberangkatan dari station Bus bisa lebih sering . Atau dua Bus disambung menjadi satu, ditempat sambungan dipasang penutup badan bus dari karet sehingga dapat bergerak seperti cacing kepanasan. Atau dipasang rel ketiga ditengah-tengah jalanan Bus Way, agar Bus cacing kepanasan ini tidak keluar dari jalurnya. Juga rel ketiga ini dapat digunakan untuk menaikkan kecepatan Bus lebih tinggi lagi namun keselamatan terjaga. Keuntungan lain, Bus Cacing Kepanasan ini hanya dipasang dengan satu mesin penggerak. Irit menghemat bahan bakar Apalagi mesinnya yang sekarang memakai bahan bakar Gas, diganti dengan Diesel Electric memakai bahan bakar Bio -Diesl. Irit, murah ( bagi negara menurunkan subsisi BBM), ramah lingkungan. Apakah akan mengurangi polusi, masih merupakan tanda tanya. Kalau satu Bus dengan Diesel Electric beroperasi di jalanan, dengan DP yang murah utk speda-motor, mungkin puluhan speda motor bertambah di jalanan, yah sami mawon..

Jadi Ibu Kota harus mempunyai Mass Transit System yang murah, cepat dan memuat banyak penumpang. Kalau sudah ada pilihan yang dijadikan MTS di Ibu Kota, harus dipikirkan di stasiun=stasiun harus ada tempat utk penitipan speda motor. Menitipkannya speda motor di Stasiun ini harus bayar. Besarnya ongkos penitipan paling tidak, sama atau lebih mahal daripada ongkos angkot,bajay, ojek atau bus khusus dari permukiman langsung ke stasiun ini. Singga kalau dihitung-hitung akan lebih murah kalau speda motornya disimpan dirumah. Berarti mengurangi padatnya lalu lintas dan akan mengurangi polusi udara. Tapi melihat ongkos yang besar dalam pembangunan Monorail, pilihan ini akan memberatkan Negara,Pemda dan penumpang (karcis mahal). Sekarang saja sudah ada suara-suara utk menaikkan ongkos Bus Way.

New York City yang terkenal dengan MST-nya dalam tanah dan Bus, penghasilan dari karcis yang dapat menutupi obgkos pengoperasian hanya mencapai 65 % saja. Dan angka ini adalah yang tertinggi dibandingkan dengan Metro di Paris, Metro di Mexico City dan MTS di kota-kota lainnya. Nah kalau di kita, MTS ini dianggap rugi, penjualan karcis tidak memadai ongkos pengoperasiannya,... yah itu adalah wajar= wajar saja, memang begitulah keadaannya kalau berusaha dalam Tarnsportasi Penduduk Kota. Dimanapun dikota-kota besar didunia, Pemerintah mengulurkan tangan dalam ongkos pengoperasianya, berupa subsidi.
Karena Pemerintah turut campur dalam pembiayaan pengeoperasian MSR, jadi Pemerintah harus memberikan petunjuk bahwa pebangunan MST, harus ada dampaknya yang positip kepada lengkungan alam ataupun menaikkan tingkat kehidupan penduduk kota itu.

Ada Mass Trasit System yang pernah di kemukakan sebagai satu jalan MST di Jakarta ialah MST Dalam Tanah. Namun dengan argumentasi bahwa Jakarta ini rawan banjir, MSTDT (Mass Transit System Dalam Tanah) tidak mungkin untuk ditrapkan. Ada betulnya juga argumentasi itu.
Namun kalau ada pemikiran, membangun MSTDL kemudian sekali gus menanggulangi banjir, apakah Pemerintah Daerah/Pusat/Kota akan membangunnnya ? Tentunya ongkos tidak akan murah. Baiklah kita ambil ongkos monorail sejumlah USD 650 Juta untuk pembangunan MTSDT. Kalau Pemda Banten dan Lampung sanggup mencari Dana sejumlah USD 10 Billions, ongkos MRSDT ini kurang dari sepersepuluh ongkos Pembangunan JSS. Dan bermanfaat untuk rakyat kecil yang tidak mempunyai kendaraan spedah motor apalagi mobil. (Lewat JSS jalan kaki sambil membawa pikulan, atau menggenjot speda penuh dengan barang dagangan ??)
Bagaimana kalau Pemda DKI meminta pertolongan Menristek, Bappenas serta Perguruan Tinggi untuk merancang Mass Transit System dengan pensyaratan sbb:

1. Mass Transit System Dalam Tanah.

2. System ini juga dapat mencegah banjir

3.Tenaga penggerak gerbong: listrik, Diesel-Electric atau Malev (Magnit), diutamakan yang paling murah, irit bahanbakar, serta gampang dalam usaha pemeliharaanya .

MangSi yang tahunya hanya melukis cat air, mengkhayal, bercerita dan bersajak, mempunyai jawabannya sbb:

1. Dimulai dari Kebayoran Blok M ke Monas. Penggalian terowongan dimulai dari Banjir Kanal ke arah Kebayoran dan yang satunya kearah Monas. Dengan begini menggampangkan pembuangan tanah galian. Ditampung didalam tongkang. Tongkang-tongkang dibuat dan di"las" dekat Banjir Kanal. Tanah ini diangkut dan dipakai untuk ditimbun didaerah-daerah yang rendah atau meninggikan tanggul=tanggul di Banjir Kanal.

2. Didalam terowongan dibangun tabung dari besi beton yang dibuat di tempat. Tabung ini dibuat dua tabung ditumpuk dari atas ke bawah. Cement dan besibeton dan pasir diambil dari tongkang-tongkang di Banjir Kanal. Air tersedia berlimpah-limpah.

3. Tabung yang atas dipakai untuk jalanan MTSDT, tabung dibawahnya, yang sama ukurannya atau kebih besar lagi, dibiarkan kosong. Tabung dibawah itu akan dipakai sebagai tempat penyimpanan air hujan. Pengisian Reservoir ini ialah dengan air hujan, melalui sistim riool (sewer system ) sepanjang MSTDT dari Kebayoran ke Monas. Tabung diatasnya dapat dipakai sebagai tabung tambahan reservoir air hujan. Kalau turunnya hujan melebihi dari kebiasaan. Tentunya kegiatan MSTDT dihentikan sampai air surut. Pembuangan air hujan yang ditampung dibuang ke Banjir Kanal sampai mencapai ketinggian tertentu di Main Reservoir.

4. Air hujan yang ditampung di Main Reservoir, diolah menjadi air minum. Kalau Israel dan Saudi Arabia dapat mengolah air minum dari air laut, tentunya pengolahan air hujan akan lebih murah ongkosnya. Pabrik pengolahan air hujan ini dibangun sebagai pabrik terapung di Banjir Kanal.

5. Mengingat Tabung yang diatas selain dipakai untuk MSTDT, juga sewaktu-waktu dipakai sebagai Reservoir tambahan, dengan sendirinya, segala peralatan yang dipakai oleh MTSDT ini harus anti air.Third Rail seperti Subway system di NYC ( yang dipakai utk aliran listrik tegangan tinggi), tak dapat dipakai. Mungkin kabel listrik diatas yang dipasang dilangit-langit tabung, masih ada kemungkinanuntuk dipakai. Jadi seperti Trem di Jakarta tempo doeloe. Tetapi rel besi, lama lama akan berkarat, pemeliharaannya akan menjadi mahal.

6.Mungkin yang praktis dan murah adalah gerbong-gerbong memakai ban karet mati ( seperti forklift), tentu gerbong-gerbong ini dilengkapi dengan "Shock absorber" agar perjalanannya lancar dan rapih.Dengan memakai rel ketiga dibuat dari beton dipasang ditengah-tengah jalur. Roda karet mati dipasang horisontal. Ini perlu agar gerbong-gerbong itu tidak menyinggung dinding tabung. Tenaga penggeraknya, Electric Diesel atau Full Electric ( Batteries). Kalau Diesel Electric sepanjang jalan diatas Tabung ini ditanami Pohon Palm atau Pohon Aren. Diantara pohon-pohon dipasang pohon tiruan yang dipakai sebagai ventilasi. Dipucuk pohon dipasang Electric Exhaust Fan dengan tenaga Surya.Kalau Full Electric, Batteries-nya diisi dengan listrik kalau gerbong-gerbong tidak beroperasi.

Kalau Jembatan Selat Sunda yang diperkirakan akan memakan ongkos Rp 91 trilyun disokong oleh Wapres, masa iya ini proyek sepersepuluhnya dari ongkos JSS plus banyak manfaatnya bagi rakyat kecil. Juga demi Ibu Kota Republik, masa iya tak disokong. Nah kalau disokong Wapres, dan proyek MSTDT ini kemudian menjadi kenyataan, siapa tahu suara rakyat Ibu Kota separohnya saja dari sejumlah 8 juta dapat dikantongi Wapres, kalau bercita-cita mau menjadi Pres. sudah ada simpanan. Kan sekarang sudah mulai keliling bersilahturahmi kedaerah-daerah, yah diteruskan saja.

singgihnatanyc10/2/07

Tuesday, October 23, 2007

INNChannels, Jakarta - PT PLN (Persero) akan menandatangani setidaknya sembilan kontrak jual beli listrik (power purchase agreement/PPA) dengan pengembang proyek pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP) pada Oktober-Nopember ini.

Deputi Direktur Pengelolaan IPP PLN Nasri Sebayang di Jakarta, Minggu (21/10) mengatakan, proyek-proyek yang berlokasi di luar Jawa tersebut akan memenuhi kebutuhan daya listrik yang semakin meningkat dalam beberapa tahun ke depan. "Sebagian besar proyek itu dikelola pengembang lokal," katanya.

Namun, Nasri melanjutkan, meski dikelola pengembang lokal, sebagian besar peralatan seperti turbin dan generator berasal dari China. Kesembilan proyek itu adalah PLTU Kaltim 2x60 MW dengan pengembang PT Indonesia Power dan PT Ridlatama Energy; PLTA Poso 160 MW dengan pengembang PT Poso Energy; PLTU Molotabu, Gorontalo 2x10 dengan PTB Energy Gorontalo; PLTU Nunukan, Kaltim 2x10 MW dengan PT Indonesia Power, dan PLTU Palu 2x10 MW dengan PT Indonesia Power.

Selain itu, PLTP Sarulla, Sumut 3x110 MW dengan konsorsium PT Medco Energy 37,5 persen, Kyushu Electric Power Company Inc (Jepang) 25 persen, Itochu Corporation (Jepang) 25 persen, dan Ormat International Inc (AS) 12,5 persen. Kemudian PLTU Minahasa 2x50 MW dengan PT Minahasa Power dan WTL dari Malaysia; PLTU Baturaja, Sumsel 2x100 MW dengan PT Priamanaya, PLTU Simpang Blimbing, Sumsel 2x113 MW dengan konsorsium PT Energy Musi Makmur dan Gou Hua (China).
************************************************************************

Angkat topi untuk Kepemimpinan PLN. Ternyata Pimpinan PLN melihat ke masa depan...jauh ke masa depan.., dengan akan didirikannya 9 buah PLTU. Memakai Tenaga Uap untuk menghasilan lstrik adalah suatu keputusan yang paling baik. Menghemat BBM dan ramah lingkungan. Menghemat BBM, karena untuk menghasilkan uap akan diperlukan batubara. Batubara didalam bumi Ibu Pertiwi akan tetap tersedia untuk masa yang lama sekali dibandingkan dengan minyak bumi. Ramah lingkungan, kemungkinan akan mencermakan lingkungan dipertipis. Lain halnya dengan minyak bumi (Diesel). Minyak Diesel harus hati-hati dalam pengangkutannya. Apalagi kalau harus lewat permukiman penduduk. Dengan tangki kereta api, kalau kereta barang itu anjlok, selain ada kemungkinan untuk meledak dan terbakar, akan sangat memakan kerugian.. Kalau diangkut dengan truck tangki, juga kalau tidak hati-hati, tabrakan dengan kendaraan lain atau masuk jurang juga kemungkinan besar truk tangki akan meledak dan terbakar.

Lain halnya dengan batubara, apalagi kalau batubara sebagai bahan bakar PLTU ini sudah diolah dari bongkah-bongkah batubara menjadi "pellets" seperti kerikil. Dengan demikian akan lebih gampang dalam pengangkutannya dari Tambang Batubara ke pelabuhan dan dari pelabuhan yang satu kepelabuhan yang lain. Atau kalau memakai jalan darat (kereta api atau truk) akan jauh lebih aman.

Rentunya untuk menghemat ongkos pengangkutan bahan bakar batubara ini, pabrik pengolahan batubara bongkah menjadi "pellets" harus dekat dengan Tambang batubara. Dan PLTU yang akan memakai batubara sebagai bahan bakarnya, lebih dekat dengan pabrik "pellets" ini lebih baik. Atau lebih dekat dengan sungai, lebih lagi.

Akan lebih baik, seumpamanya Pabrik Pengolahan Pellets dari Tambang Bukit Asam di Sumsel, tidak begitu jauh dari Kota Besar ( Palembang) namun juga tidak terlalu jauh dari Tambang Batubara Bukit Asam.

Malah kalau PLTU yang akan dibangun ini, terletak antara Palembang dan Bukit Asam, akan lebih bermanfaat terutama bagi penduduk setempat. Uap bekas dapat disalurkan kepada masyarakat untuk keperluan industri kecil. Uap dipakai sebagai tenaga penggerak mesin. Mesin gabah, mesin penggilingan kedelai atau penggilingan singkong kering menjadi tapioca starch.

Kemudian antara Bukit Asam, PLTU dan kota Palembang dibangun "Kanal". Kanal ini digunakan untuk mengangkut batubara bongkah dari Tambang Batubara ke Pabrik Pellets, dan mengangkut Pellets dari Pabrik ke PLTU. Dari kanal ini yang mana airnya diambil dari Sungai Musi digunakan bagi air yang dipanaskan untuk menjadi uap yang akan menggerakkan Turbine Uap. Karena terbentang Kanal dari Sungai Musi ke PLTU dan ke Pabrik Pellets dan juga ke Tambang Bukit Asam, air kanal dapat dipompa untuk mengairi lahan-lahan antara tempat-tempat iitu.. Dengan kata lain membuka jalan untuk Agrobusiness. Nenas Palembang yang terkenal manisnya akan terssedia banyak dan kemungkinan menjadi bahan ekspor ke Negara-negara lain. Demikian juga sayur mayur atau buah-buahan lain. Selain Agrobisnis, juga membuka jalan untuk empang-empang ikan air tawar.

Jadi secara singkatnya, Tambang Batubara Bukit Asam sebagai sumber tempat distribusi Pellets untuk daerah SumSel dan Tengah. Sedangkan Ombilin sebagai sumber tempat distribusi Pellets untuk SumBar dan SumUt..

Demikian juag untuk Kalimantan, KalTim sebagai sumber distribusi Pellets untuk Kalimantan. Kalau di Sumatra Selatan dibangun "Kanal" di Kalimantan sebaiknya dibangun jalan darat dari Balikpapan ke Pontianak.

Untuk Sulawesi Utara, daerah Bitung adalah tempat yang paling cocok. Air yang berlimpah-limpah dan pelabuhannya untuk menerima kapal-kapal yang mengangkut Pellets.

Untuk Sulawesi Tengah mungkin di Gorontalo atau Poso. Secara politis lebih tepat di Poso. Biar penduduk disana sibuk bekerja mencari nafkah di PLTU dan sebagi distributor pellets.

SulSel, mungkin didaerah Pare-Pare, dengan air yang berlimpah ( Ingat nama lain utk kota ini "gudang beras".

Kalau di Kepualauan Maluku, cukup dengan PLTU yang menghasilkanKiloWatt yang rendah. Karena kalau dibangun PLTU dengan Kilowatt yang besar, bagaimana caranya untuk menyalurkan tenaga listri itu ke pulau-pulau lainnya. Untuk Maluku diperlukan cara lain. Walaupun harsu kembali ke tenaga Diesel sebagai penggerak Generator. Namun bahan bakarnya bukan "Minyak Diesel ", tetapi minyak Jarak atau disebut Bio-Diesel. Disetiap Pulau yang berpenduduk, dibangun PLTMJ (Tenaga Minyak Jarak). Penduduk setempat dihibau untuk menanam pohon jarak. Biji jaraknya dijual kepada Pemda. atau kontraktor untuk dibuat minyak. Minyak Jarak dibeli oleh Pemda untuk digunakan sebagai bahan bakar PLTMJ. Dan juga dibangun dermaga untuk penyimpanan Bio-Diesel ini untuk dipakai oleh kapal-kapal patroli TNI-AL. Dalam hal ini TNI-AL menjadi pembeli hasil olahan biji jarak disetiap pulau.

Tentunya Pangkalan TNI-AL tidak disetiap pulau, cukup di pulau-pulau yang dianggap strategis. Bio Diesel dari pulau-pulau diangkut dengan kapal motor milik penduduk ke pulau-pulau dimana ada Pangkalan TNI-AL. KArena ada beberapa Pangkalan TNI-AL di Maluku, tentunya diperlukan juga bahan-bahan sayuran, buah-buahan atau alat-alat keperluan pribadi Abak Buah Kapal. Ekonomi mulai berputar. Digelendungkan dengan pembelian biji jarak dari penduduk oleh PemDa dan TNI-AL.

Juga sebagai Badan yang men"supply" PLTU-PLTU ini seyogianya diserahkan ke Badan Usaha penduduk setempat. Karena dengan demikian Badan Usaha ini juga diusahakan untuk membuat brickets untuk dijual kepada penduduk setempat sebagai bahan bakar di dapur. Brickets ini adalah sebagai bahan sampingan. Usaha utama adalah men"supply" PLTU ini dengan Pellets, dan membeli dan mengusahakan pengakutannya dari Tambang-tambang Batubara apakah Berbongkah atau berupa "Pellets".

Dengan cara ini ketergantungan Negara dan Bangsa akan BBM akan menurun. Dimana tentunya subsidi Pemerintah di bidang pengadaan BBM akan mengecil. Mungkin saja dana sisa dari pengiritan ini dapat dipakai untuk pembiayaan negara lainnya.


MangSi

Sunday, October 21, 2007

R and D TNI-AL

Mungkin saja usaha ini sudah berlangsung lama. Namun sifatnya memang harus "hush, hush", jadi kelihatan dan kedengarannya seperti tidak ada. Kalau memang ada, syukurlah.

Karena apa, TNI-AL harus mempunyai R & D yang mantap dan dikelola oleh pemikir-pemikir yang pintar-pintar dan mempunyai penglihatan yang jauh kemuka. Tidak lain karena tidak ada duanya didunia ini, suatu negara mempunyai perairan seperti Perairan Nusantara. Sudah tentu yang lebih tahu adalah Bangsa sendiri. Dan hanya ada satu negara yang tahu seluk beluk Ibu Pertiwi itu, ialah Negara Meneer dan Mevrouw di Eropah sana.

Langkah pertama, dikumpulkan Manula Indonesia, yang berumur diatas 65 tahun yang pandai Holland spreken. (mumpung masih ada, dimanfaatkan demi kepentingan Nasional). Mereka ini dikirim ke Univeritas Leiden dan ke Perpustakaan untuk Daerah Khatulistiwa ("Library voor the tropisch).
Mereka dikirim bergilir dalam group-group untuk masa 3 bulanan.

Persyaratannya tentu harus fasih bahasa Londo. Manula yang bukan anggota PDIP. Yang dimaksud PDIP bukannya Banteng Merah, tetapi singkatan dari manula mempunyai atau yang menuju ke arah..."Penyusutan Daya Ingat dan Pendengaran."

Kemudian tentu dan wajar kalau para Mantan anggota TNI-AL, diberi kesempatan terlebih dahulu.
Kemudian para Mantan Diplomat dari Deplu.
Kemudian Mantan PNS lainnya.

Dan tentu rakyat yang mempunyai andil dalam Perang Kemerdekaan, dan mereka yang berjasa kepada Ibu Pertiwi.

Juga para Mantan Londo (kalau masih ada), yang pernah menjadi Guru di Tanah Air yang sekarang menetap dinegaranya. Diutamakan kepada para Mantan bekas pegawai Perusahaan Pelayaran KPM.

Tugas utama, menterjemahkan semua buku-buku serta meng-copy Master Plan kapal-kapal KPM dahulu. Tentunya dengan bantuan Universitas disana plus para dermawan atau simpatisan Ibu Pertiwi diikut sertakan.

Para Mantan membaca buku-buku, kemudian di "tape" dalam bahasa aslinya dan bahasa Nasional.

Dipindahkan ke "CD" paling sedikit 6 kopi dan disimpan diperpustakaan, R & D Tni-AL. Dimana Perpustakaan ini terbuka untuk umum. Atau mengadakan usaha belajar bersama dalam satu kelompok yang dihadiri oleh Mahasiswa-Mahasisiwa dan tentunya para Cadet-Cadet AAL dan Akademi Pelayaran (ini yang dimaksud dalam postingan sebelumnya dengan judul "Dwi-Fungsi TNI-AL")

Tahap berikutnya merupakan suatu usaha R & D yang sangat penting. Dipandang dari usaha agar kelangsungan hidup kapal-kapal Armada, di masa-masa akan datang.

1. Penyelidikan yang mendalam mengenai "tenaga penggerak kapal".

Apakah tenaga penggerak Mesin Diesel atau Tenaga Penggerak Sistim lainnya (Uap Tekanan Tinggi, Nuklir).

2. Komponen-komponen kapal lainnya diluar persenjataan, yang cocok untuk kapal-kapal diperairan Nusantara. Murah, dapat dibuat didalam negeri, tidak begitu high tech tetapi betul-betul berfungsi Seperti, peralatan Listrik.

3. Sistim untuk menyalurkan tenaga dari Mesin Induk ke baling-baling, yang paling efisien dan tidak memerlukan ruangan yang besar. (sisa ruangan dipakai utk keperluan lainnya..Gudang Beras dan ikan asin....... dalam keadaan darurat apapun kalau perut diisi dua bahan ini, semangat tidak akan luntur).

4. Sistim kontrol Mesin Induk, apakah lebih baik diatur dari anjungan atau dengan sistim "telegraph".

5. Standarisasi komponen-komponen dikapal.

6. Sistim Perawatan, apakah dilakukan di kapal atau didarat dengan sisitim lain. Misalnya, alat penggerak bongkar - muat, apa dapat dipakaikan sistim unit, kalau rusak satu komponennya, seluruh Unit diangkat dibawa ke Pusat Bengkel pemelihraaan. Unit yang sudah diservis, dipasang ditempat yang sama. Demikiann juga dengan peralatan lainnya. (Generator Pembangkit Tenaga Listrik).

7. Kapal diawaki Bangsa sendiri, yang sangat penting dan sangat menunjang sekali akan semangat setiap Abk, ialah fasilitas Dapur (Freezer yang besar, Microwave, Oven, Coffe Makers.....enteng tak ada sangkut pautnya dengan persenjataan kanon, rockets...tapi siapa yang mengawaki persenjataan itu ?).

Kita tiru Londo jaman VOC, bangsa sendiri perutnya di bikin kenyang, inggih doro selama 350 tahun.

Akan dikupas nanti persoalan BBM. Tahun-tahun pertama atau kedua, ongkos BBM tak perlu dipikirkan. Tapi kalau Fregat, LPD, serta kapal-kapal buatan PAL diaktifkan......tahu-tahunya BBM ongkosnya mahal luar biasa. Ternyata harga pasaran naik. (Perusahaan Minyak itu siapa yang punya ?. Mungkin anteknya downunder (yang mengangkat dirinya menjadi Centeng Pacific), tak senang dengan perkembangan TNI-AL). Dalam hal ini kita harus, tidak ada pilihan yakni harus Mandiri.!

sn

Saturday, October 20, 2007

PENGUASAAN IPTEK , PENTING BAGI PEMBANGUNAN SISTEM HANKAM

Jakarta, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono mengatakan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) sangat penting dalam membangun sistem keamanan nasional dan pertahanan negara yang kuat. ==============================.................... Menhan mengatakan pembentukan sistem keamanan nasional untuk menyelaraskan peran lembaga pemerintah di bidang keamanan diperlukan sistem kelola keamanan yang dapat memberdayakan seluruh lembaga terkait berdasarkan kompetensi serta mekanisme pelibatan dan kewenangan masing-masing. Dengan demikian, tambahnya, sistem keamanan yang didukung oleh penguasaan iptek yang memadai dapat meningkatkan daya tangkal secara efektif untuk mempertahankan bangsa dan negara dari berbagai ancaman keamanan baik yang bersifat tradisional maupun non tradisional. Sumber: Antara ==================

Ada tiga Badan Usaha/Penelitian dalam Negeri yang harus dirangkul oleh DepHan, yaitu: 1. Pindad. 2.PT.PAL 3.BIDANG PENGINDERAAN JAUH - LAPAN Kerjasama ketiga
Badan Usaha/Penelitian ini harus dipererat, terutama dalam usaha Pengamanan Negara, khususnya Pengamanan Lautan Nusantara.
Mengingat luasnya Lautan Nusantara, Pengamanannya memerlukan bantuan dari seluruh warganegara serta Armada Pelayaran Nusantara, juga Armada Perahu Layar (Armada Semut).
Warganegara yang bermukim dipantai-pantai pulau yang berbatasan dengan Lautan Internasional. Dibangun Menara Mercu Suar. Dilengkapi dengan Lampu Suar sebagai alat Navigasi Kapal dilaut. Namun didalamnya dilengkapi dengan teropong elecronic mengawasi lautan lepas. Juga Menara Mercu Suar ini merupakan "Ground Station" dari Satelit khusus untuk keperluan Pertahanan Laut Nusantara. Setelah menerima aba-aba penting dari Markas Besar Pertahanan Laut dengan memberikan posisi "Benda Terapung" , yang mana keterangan ini diolah dari keterangan satelit.
Tugas Menara Mercu Suar untuk menyelidiki sepak terjang "Benda Terapung" ini dan melaporkan lagsung ke Markas Besar Pertahan Laut (MBPL). Apabila gerak-gerik "Benda Terapung" ini mencurigakan dan berusaha memasuki wilayah lautan NKRI, MBPL dengan segera memberi perintah kepada Squardon Tempur TNI AU untuk mengirim Jet Fighters untuk membayang-bayangi "Benda Terapung" ini. Dalam saat yang sama MBPL memberikan perintah kepada satuan Patroli TNI-AL untuk mengirim Kapal Patroli Kecepatan Tinggi ke titik temu.

Bagaimana kalau ada "benda Terapung" diwilayah lautan NKRI, ditengah laut terbuka.? Ini diperlukan kerja sama dengan Armada Perusahaan Pelayaran Nusantara dan juga dengan Armada Semut. Kapal-kapal ini dan Perahu Layar dapat meneropong nama serta bendera "Benda Terapung " itu. Dengan memijit satu tumbol, MBPL akan menerima keterangan posisi kapal pelapor. Tombol ini khusus untuk melaporkan "Benda Terapung" yang mencurigakan. Tombol lainnya, khusus untuk laporan posisi Kapal Pelapor dan bekerja sebagai "rambu", apabila kapal pelapor itu dalam keadaan darurat. Ini memudahkan Team SAR untuk memberikan pertolongan. Sehingga musibah seperti KM Tampomas dan Lion Air akan mendapatkan pertolongan secepat mungkin.
Penyelamatan jiwa manusia dapat lebih ditingkatkan. Satelit ini dapat juga dipakai sebagai alat melapor Kapal-kapal Asing yang betul-betul memasuki Lautan Nusantara untuk singgah di Pelabuhan Nusantara atau untuk meminta izin melewati Lautan Nusantara. ( Seperti Radar Tarffic Controller di Bandara, "melihat" keadaan lalulintas diudara dan untuk memberikan instruksi untuk mendarat)

Untuk keperluan sipil, mungkin satelit ini juga dapat dilengkapi dengan sistim komunikasi antar daerah.
++Untuk keperluan komunikasi Pemerintah Daerah dengan daerah-daerah terpencil (Di Malukau,Papua dan pedalaman Kalimantan).
++ Untuk keperluan Pendidikan. SD,SMP,SMA serta PT di daerah-daerah dapat mengakses Perpustakaan LIPI, Bappenas, LAPAN, atau antar PT (ITB, UI dan PT lainnya).
Sekarang jamannya Angkasa Luar, sudah waktunya Papan Tulis diganti dengan Monitor PC. (Pengadaan tenaga listrik untuk keperluan ground station maupun PC disekolah dah Balai Desa, dikupas dalam catatan lain).

Hal lainnya dimana DepHan perlu untuk berkecimpungan secara serious adalah dibidang R & D Energy, sebagai persiapan dalam menghadapi Krisis Energy dimasa yang akan datang. Suatu waktu ongkos Minyak Diesel untuk TNI AL akan menlonjak tinggi ( Perusahaan minyak di tanah air kepunyaan siapa ?), anggaran BBM akan meningkat, terpaksa mengirit dibidang lain. Korvette dan kapal-kapal besar lainnya, lebih sering didiikat didermaga dari pada berlayar dilautan lepas.
Sangat ironis jadinya, mata dan telinga yang canggih di angkasa, pelapor yang getol-getol di pantai maupun di kapal-kapal dagang /perahu layar, tapi tak ada yang mampu menghajar/menjotos.

sn

Friday, October 19, 2007

Mendapat berita bahwa feasibilty study Jembatan Selat Sunda akan memakan USD 100 Juta.Apakah dunia perkapalan Indonesia akan berpangkutangan ?Kalau JSS ini terealisir jelas akan mematikan pengangkutan laut (Kapal Ferry) Banten/Lampung, ribuan akan kehilangan pekerjaan dengan matinya kesibukan dikedua pelabuhan.Bagaimana Bapak-Bapak mencari sponsori dari semua pihakyang berkepentingan dalam dunia pelayaran Indonesia untuk mwngeluarkan isi koceknya untuk mengadakan study.

Dengan uang 100 juta USD, berapa Kapal Ferry baru yangdapat dibangun di galangan kapal PAL umpamanya.Apalagi kalau ongkos Rp91 trilyun walaupun dalam jangka waktu 10 tahun berapa banyak kapal Ferry yang baru dapat dibangun, juga dermaganya dikedua pelabuhan itu. Dermaga yang dirancang menggampangkan keluar/masuk kapal, juga keluar masuk penumpang dan kendaraan truck, bus dan mobil.

Mulai design kapal dengan daya muat penumpang dan kendaraan yang besar, sampai ke Mesin Induk yang murah dan efficient.

1. Kapal Ferry dengan haluan yang dapat dibuka sewaktumenurunkan/mengisi kapal dengan kendaraan. langsung kedermaga.

2. Mesin Induk yang efficient ( Steam Turbine,Generator Listrik dan motor listrik menggerakkanbaling-baling kapal. (Baling-baling ganda). Atau underwater electric motor coupled kepada baling-baling yang dapat bergerak horisontal. (memudahkan manuverinbgdalam pelabuhan).

3. Bahan bakar yang murah, yang dapat disediakan dipelabuhan dalam jumlah yang banyak dan ramah kepadalingkungan. ( Batu bara yang diolah menjadi PELLETS).
Mengingat jarak yang tidak jauh dari Bukit Asam serta diangkut melalui kereta api, mengurangi ongkos pengangkutan. Keuntungan yang lain, disamping membuat pellets, pabrik ini dapat juga membuat brickets utk pasaran umum (dapur rumah tangga, atau industri kecil seoperti membuat parang,cangkul sekop, pisau)

4.Jalur Banten/lampung dengan kapal yang modern dan cepat dapat merupakan "training ground" para perwira deck maupun mesin/listrik dari STIP, sebelum dilepas melayari jalur pelayaran lainnya di tanah air (pengalaman praktek).

5. Memperbanyak serta mempermodern kapal-kapal Ferry ini jelas akan menyerap tenaga. Lebih banyak kapal lebih banyak lambung yang di cet maupun di-coating.

6. Juga membuka peluang bagi PAL utk membangun Galangan Kapal di Lampung untuk menservis kapal Ferry maupun kapal lainnya. Atau mungkin saja tempatmembangun kapal-kapal coaster swasta. sehingga PALSurabaya dapat lebih memusatkan akan pembuatan kapalTNI-AL. ( Cilegon ??)


7.Kalau perlu Galanganan membuat kapal Ferry inipatungan dengan Galangan Kapal Luar Negeri. SepertiBelanda,Korea, Jepang, Taiwan,Jerman8. Untuk menarik mereka masuk dan menanam modal ditanah air, berikan mereka sebagai umpan. Galangan kapal Korea masuk, mendapat jatah semua trucks dan Bus di Sumatra merk Hyundai.

Dari Jepang, Kalimantan dan Sulawesi truck dan Bus khusus buatan Toyota,Nissan,Hino dsbnya. Papua, truk dan busnya buatanBenz.Untuk Belanda, Maluku merupakan bagiannya dengan ratusan coasters dan pembangunan dermaga disetiap pulau.

8. Points 1 s/d 7 ditanggung bebas Gempa dan Tsunami!. Sehingga investasi kalau mencapai
RP 91 trilyun tidak akan mubazir.

9. feasibility study Kapal Ferry ini disampaikan ke Bappenas. Masa iya, Gubernur Banten dan Lampung lebih pintar dari Bapak-Bapak di Bappenas.============ ==

Membayangkan Rp trilyunan, lupa mengenai ancaman Gempa dan Tsunami yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

singgih nata

Thursday, October 18, 2007

Tenaga Listrik Surya

Penggunaan Tenaga Listrik Surya, kita harus menanggapinya sebagai Tenaga Darurat. Jangan dahulu meloncat terlalu jauh. Umpamanya dengan Tenaga Listrik untuk penerangan. Atau Tenaga Listrik dipergunakan untuk menggerakkan kapal.

Mari kita pikirkan dahulu, sesuatu yang baru yang menggampangkan kehidupan rakyat kecil.

Umpamanya:
1. Dikampung atau Desa-desa dibuat warung telkon dengan memakai satelit. Tenaga Surya ini dipakai untuk mengisi batre sebagai tenaga untuk tilpon ini, dan juga sebagai tenaga bagi perlengkapan pemancar dan penerima signal data dari satelit.

2. Ditempat-tempat strategis dipasang tilpon yang digantung ditiang. Tiang ini diatasnya dilengkapai dengan sel-sel untuk menangkap tenaga surya untuk mengisi batre telepon darurat ini. Tilpon Darurat ini dipasang di Desa terpencil, Desa-desa dipantai Samudra Hindia. Tilpon ini dapat langsung menerima dan mengirim data ke satelit. Tilpon-tilpon ini untuk berhubungan langsung dengan kantor Polisi setempat dan Kantor Polisi setempat me-relay keterangan atau laporan rakyat ke Mrkas Besar Penanggulangan Bencana Alam di Menristek dan Lapan. Tentunya melaporkan hal-hal seperti Gempa, kegiatan Gunung yang berlebih-lebihan, serta surut permukaan laut yang menandakan akan datangnya Tsunami.

3. Dibuka warung tempat mengisi battery rechargeable ( ini dapat digabung dengan warung telkom). Dengan demikian para penduduk akan merasa tenteram karena battery untuk flash light umpamanya tak akan habis. Disamping rechargeable btteries ini ramah lingkungan, ongkos untuk mengisi kembali batteries itu agak murah daripada memberi battery baru. Dianjurkan pabrik-pabrik batre di tanah air memproduksi re-chargeable batteries. "D" battreires utk flash light, "AA" utk radio kecil, atau alat pemotret, dan "AAA" batteries utk keperluan lainnya.

4. DiDesa-desa dan dikota-kota kecil, tenaga surya ini dapat dipakai untuk tenaga listrik warnet dengan memakai jasa satelit. Diutamakan adalah kabar berita on line, perpustaan on-line. dan pelajaran sekolah on-line.

Kalau tenaga surya ini dipakai hanya untuk hal-hal diatas saja, sudah merupakan kemajuan yang luar biasa bagi Negara dan Bangsa.
Dengan catatan, cara berpikir kapitalis yaitu mencari keuntungan sebesar-besarnya dikesampingkan. Kalau sudah merata dengan sendirinya akan muncul pengusaha-pengusaha lokal dalam bidang ini. Ini baru sehat, karena dengan kompitisi kemungkinan harga akan menurun.

Namun usaha pertama, atau tenaga pertama untuk menggelindingkan roda dalam usaha ini adalah Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah disertai oleh Perguruan Tinggi.

Kalau listrik untuk pernerangan dirumah penduduk, sementara waktu ini lebih murh dan lebih praktis untuk memakai lampu tempel dengan minyak jarak. Tanaman jarak ditanam sebagai pagar rumah atau pagar lahan. Bijinya diperas sendiri atau secara koperasi membeli mesin-mesinnya. Menyerap tenaga kerja.

Jangan dikira lampu tenpel minyak jarak ini sebagai "kuno" atau ketinggalan jaman. Sekarang ini di Amerika Serikat "tempe" menjadi makanan favorite dan harganypun tidak murah, tapi laris. Kalau dipikir-pikir "tempe" ini diciptakan dan dipasarkan oleh nenek moyang kita. Tahun 2000-an malah menjadi populer di Negara Barat.

MangSi

Tuesday, April 03, 2007

Mengkhayal, mimpi adalah latihan untuk otak agar berjalan semestinya, dengan begitu imajinasi menjadi berkembang.
Karena sakit, pengisian blog ini tertaunda, hampir 2 tahun, Saya menderita penyakit "Post Traumatic Stress disorder". akan ada posting dalam waktu dekat ini.
Mohon maaf.

kabayantea

Monday, August 15, 2005

Kalau aku menjadi RISatu


Tentunya untuk menjadi RISatu harus berkampanye dahulu.
Kemudian program kerja yang jelas dan dimengerti rakyat banyak. Apa itu masuk akal atau tidak, itu sih nomor dua. Cukup persediaan kaos oblong dengan namaku dicetak besar-besar. Paling tidak kaos oblong ini cukup untuk beberapa juta orang. Yang menerima kaos oblong harus menanda tangani perjanjian. Kalau sudah memakai kaos oblong ini selama tiga hari, harus dicuci bersih. Kemudian dikembalikan ke panitya, bila membawa orang baru teman atau keluarga akan diberi uang tunai sebagai komisi. Si pemakai baru juga akan mendapat komisi kalau mengembalikan kaos oblong setelah 3 hari dicuci bersih dan membawa kawan lainnya.

Jadi caranya meniru Multi Level Marketting, yang seperti Multi Level Marketing yang mengatasnamakan Agama Islam serta para pengurusnya Ex Menteri jaman Orde Baru, Jaman Reformasi yang mati tidak hidup enggan. Penjual assetts negara, antek-antek konglomelarat, agen-agen gombalisasi, tentunya agen-agen perusahaam multi nasional raksasa Barat, Timur, Utara. Selatan tak ada, ada juga gunung es dan pinguin. Barangkali kalau pinguin dipanggang rasanya seperti Roast Duck di East Restaurant di Flushing, NYC.

Setiap Jenderal yang pensiun, diberikan fasilitas untuk membangun atau membuka sekolah. Belajar membedil, berburu, atau nodong.
Setiap Jenderal atau kelompok Jenderal yang buka sekolah diberi izin untuk para siswanya memakai Baret satu warna. Jadi kalau melihat anak muda pakai Baret Merah itu adalah siswa dari sekolah militer Prabowo. Kalau pake baret hijau, itu siswa sekolahnya Mang Ihin. Yang pake baret ungu itu siswanya Pak Ali.
Karena banyaknya Jenderal-Jenderal pokoknya warna apa saja atau kombinasi warna apa saja diperkenankan. Yang pasti satu warna atau satu kombinasi warna hanya untuk satu sekolah. Biarlah para Jenderal sibuk memberikan pengalaman dan pengetahuannya selama mereka menjabat posisi di TNI

Jenderal Angkatan 45, tidak diberikan izin membuka sekolah. Ini khusus untuk Jenderal keluaran Magelang atau Surabaya dan Sukabumi.
Jenderal Angkatan 45 tidak diperkenanakan membuka sekolah dan mengajar, karena dianggap tidak "fair" bagi para siswanya. Senjata bambu runcing tidak terpakai lagi. Yang ada sekarang ini, bambu runcing adalah tusukan sate. Tidak "fair" sudah sekolah tingi-tingi jadi tukang sate !. Juga karena pengalaman mereka, tidak praktis harus pindah-pindah alias mengungsi. Juga perang gerilya sudah tidak dipakai, karena hutan-hutannya sudah gundul dan tanah-ranah kosong sudah menjadi perumahan swasta atau Real Estate yang Luxury. Dan apabila lulusan sekolah ahli gerilya ini dilepas dikota-kota besar,
namanya bukan gerilyawan lagi. Ganti nama menjadi, penjambret, perampok, tukang copet dan preman.

Pabrik-pabrik mobil ditutup. Biarlah pabrik mobilnya berada di Korea Jepang dan Taiwan. Pabrik baja Cilegon ditutup, kita pakai pabriknya yang ada di Korea Selatan, Jerman dan Jepang. Sebagai gantinya, pabrik -pabrik itu disulap menjadi pabrik Mi Instant, Ketupat Instant, Ikan Asin dan pabrik krupuk Aci. Juga frozen Nasi Campur, Nasi Rames atau nasi yang ditawuri bawang goreng doang. Dengan cara begini bahaya limbah dari pabrik tidak merusak lingkungan. Juga tidak perlu pusing-pusing dengan pembuangan sampah. Mie yang kelebihan dikeringkan oleh panas matahri. Dipotong kecil-kecil untuk makanan burung. Limbah air pencuci beras untuk menyirami tanaman bunga hias, ketupat , nasi remas disulap jadi kompos bagi pohon-pohonan. Tulang ikan asin cukup di sebar saja dihalaman parkir mobil. Besoknya habis dimakan kucing, luwak serta tikus. Tidak perlu sewa Satpam. Cukup dengan Ular Sawah. Tikus habis makan tulang ikan asin menjadi santapan sedap untuk sang ular. Recycle ala Melayu. Kaleng atau plastik dikumpulkan oleh Pemulung, agar dinding gubuknya yang terbuat dari karton diganti oleh dinding kaleng. Plastik untuk atap rumah dan penutup lantai tanah.

Pabrik tekstil, produksi sarung plekat di naikkan. Pegawai Negeri masuk kantor pake sarung, kemeja putih lengan pendek dan sandal jepit. kopiah optional. Wanita Muslim diwajibkan memaki Jilbab, tetapi hanya buatan pabrik tenun dalam negeri saja. Dianjurkan dibuat dari kain putih saja. Jadi kalau ada anggota keluarga yang meninggal dapat sekali gus dipakai sebagai kain kafan.
Memakai kain brokat dari Jepang dan Taiwan atau Amrik diharamkan. Untuk ini akan menyusul Fatwa dari MUI. Juga akan dikeluarkan Fatwa dari MUI, wanita yang berjilbab kalau berjalan tidak boleh dengan berlenggang lenggok sampai nampak pantat bergoyang. Tidak boleh keluar rumah tanpa memakai kutang. Karena kalau tidak memakai kutang, apalagi yang ukuran watermelon, kalau berjalan seperti cingcau. naik turun. Membuat para lelaki sarungnya jadi mancung ! Terpaksa mereka harus berjalan bongkok. Ini merusak "image" bangsa. Karena berjalan bongkok disangka kurang makan makanan bergizi, jadi tulang belakang melengkung alias bongkok.
Akan menjadi persoalan besar di PBB, WHO akan protes, perlu bantuan vitamin bagi rakyat Indonesia.


Setiap Pulau Besar akan ada "Jalan Negara", jalanan ini akan lebih besar dan lebih banyak jalurnya daripada "Jalan Propinsi". Bukan saja menghubungkan satu kota dengan yang lainnya, tetapi menghubungkan kota diujung pulau dengan kota diujung lainnya.
Jalan Negara "Andalas"..dari Olele sampai di Pelabuhan Panjang di Lampung.
Jalan Negara "Kalimantan", dari Pontianak ke Banjarmasin
Jalan Negara "Sulawesi", dari Bitung ke Makassar dan Kendari
Jalan Negara "Burung Cenderawasih". mengelilingi Papua dari Jayaputa -Manokwari-Sorong- Konoake sejajar dengan pantai. Dari Konoake ke Merauke melalui pegunungan, kemudian tanah datar ke Merauk. Karena banyak raw, jalannya jadi bulak-belok seperti ratusanhuruf "S". Cocok untuk motor cross country, salah satu atraksi untuk turis.
Jalan Negara " Kapten Pattimura" menghubungi Ambon dengan pulau-pulau di Maluku Utara ( Morotai) dan Ambon ke pulau-pulau di Maluku Selatan (Banda, Tual, Elat ,Dobo). Nanti akan dijelaskan bagaimana membangun Jalan Negara di Maluku.

Pembiayaan pembangunan Jalan Negara ini, yaitu ditenderkan. Pertama Tender untuk pembangunan jalan. Kedua tender pembangunan tempat perhentian " truk dan mobil " sepanjang jalan negara itu. Disetiap Pulau itu hanya diperkenankan satu merk mobil dan satu merk truk. Apakah itu kendaraan pribadi, kendaraan komersil atau kendaraan Pemerintah dan kendaraan/truk ABRI.

Umpamanya: Serahkan Pulau Sumatra kepada Mitsubishi. Semua kendaraan di Pulau Sumatra hanya merk Mitsubishi. Tetapi Mitsubishi membangun Jalan Negara dari Olele sampai ke Pelabuhan Panjang. Tempat pemberhentian Bus,Truk dan mobil penumpang diberikan kepada Mc Donald dan cola buatan Saudi Arabia..

Di Pulau lain, GMC dan KFC dan Pepsi Cola.Ford, Daimler Chrysler, Honda, Toyota semua mendapat jatah satu Pulau satu Pulau. Yang mana dipulau itu hanya satu merk diperkenankan. Kalau disatu pulau ada dua merk mobil membangun Jalan Negara itu, tentunya kedua merk mobil ini boleh dijual di pulau itu. Atau suatu konsortium dari pabrik mobil dan truk.

Umpamanya pembangunan Jalan Negara di Papua akan jauh lebih mahal daripada di pulau-pulau lainnya. Karena Jalan Negara yang ini, selain panjang karena mengelilingi Papua, juga merupakan suatu "scenic route". Merupakan jalanan terpanjang didunia yang sebelahnya pemandangan laut dengan pantainya dan sebelahnya lagi pemandangan pengunungan. Suatu objek pariwisata satu-satunya di dunia. Ditentukan dalam jarak sekian, selain sebagai tempat berhentinya kendaraan-kendaraan, juga sebagai suatu Resort. Ke satu belah, mandi dipantai. Kesebelah lain "trail path" memasuki hutan tropis.

Sebagai Resort rekreasi di laut dan juga sebagai objek turisme.."naik gunung". Tentunya selain jarak dari satu Resort ke Resort lainnya, juga dipilih jalanan naik gunung yang unik dari satu Resort ke Resort yang lain. Ini merupakan atraksi tersendiri. Sehingga para turis, kalaupun berhenti di setiap Resort sepanjang Jalan Negara Cenderawasih itu tidak membosankan.
Serahkan pembangunan Resort ini ke Perusahaan Travel Agent yang besar-besar di Negara Barat, atau Perusahaan Perhotelan khusus yang menangani Resort Area (Club Med, Sandals). Disarankan kepada pabrik mobil yang akan mengelola Jalanan Negara ini, untuk membuat minibus dua tingkat dengan atap dan jendela yang besar dari clear plastic. Hanya perusahaan daerah yang boleh mengoperasikan Bus Mini ini. Agar lebih realitis, supirnya harus orang Papua dengan baju tradisionil minus koteka.

Pulau kecil, dimana jalannya di bangun oleh Negara, penduduk setempat hanya diperbolehkan memakai kendaraan pribadinya berupa speda motor dengan jumlah cc yang tidak besar , umpamanya max.125 cc. Tidak perlu ada kendaraan mobil atau truk. Ongkos registrasi ditiadakan, Surat Mengemudi digampangkan dengan test tertulis mengenai hukum-hukum atau peraturan lalu lintas. Umur 16 tahun keatas diperkenankan mengemudi speda motor ini.

Juga bagi pengangkutan umum, beca bermotor atau gerobak bermotor, dengan speda motor ini sebagai tenaga penggeraknya. Setiap Pulau hanya satu merk speda motor. Ini agar dapat menekan harga, Bank Rakyat menjadi perantara dalam pembiayaan pembelian speda motor dengan mencicil.
Juga karena satu merk speda motor, akan murah membeli suku cadang dan para montir akan lebih cepat ahli dalam usaha perbaikan motor.
Bengkel speda motor, permodalannya dibantu oleh Bank Rakyat. Harus dimiliki dan dioperasikan oleh penduduk setempat. Diberikan waktu tertentu bebas pajak perusahaan. Namun bengkel-bengkel ini harus menagih "sales tax", untuk menghidupi pulau-pulau itu dalam ongkos Administrasi Kenegaraan. Juga pajak-pajak lainnya. Tidak satu Rupiah-pun dari hasil pemungutan pajak disetor ke Pusat.
Tentunya bantuan Pusat akan diperlukan pada waktu permulaan sampai Pulau itu dapat berdiri sendiri. Sekolah dibangun oleh Propinsi dan/atau Pusat. Demikian pula gedung untuk keperluan Masyarakat.

sn